9 min Reading
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau.”
[Terdapat pada riwayat shahih dalam dua kitab shahih; Shahih Bukhori, no. 2014, dan shahih Muslim, no. 760, dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ’anhu]
Inilah hadits yang kerap dikatakan tatkala beberapa hari menjelang bulan Ramadhan, maupun tengah memasuki bulan Ramadhan. Karena memang faktanya, banyak orang yang hatinya jadi terasa plong, fresh, joss, serasa jadi bayi yang sangat suci, ketika telah usai menunaikan puasa Ramadhan sebulan penuh. Masuk 1 Syawal, mulai dari nol katanya. Dosanya nggak ada tersisa sedikit pun. Ckckck, subhanAllah..
Pertanyaanya.. Benarkah semua dosa-dosa kita —tanpa terkecuali—, bisa terampuni hanya dengan ditunaikannya fardhu puasa Ramadhan? Sayangnya, mohon maaf, ada beberapa orang yang mengatakan tersebut belum lengkap penjelasannya, hanya sepotong saja. Padahal ada sebuah kaidah syara' yang berbunyi:
Begitulah, menurut para sahabat, orang yang bangkrut itu adalah yang udah nggak ada duitnya lagi, udah habis. Yang udah nggak ada hartanya lagi, udah habis. Ibaratnya, kalau dalam bisnis, cashflownya goyah.
Ternyata, jawaban tersebut salah. Rasulullah bilang, sebetulnya orang yang bangkrut itu orang yang dateng menghadap kepada Allah Swt pas hari Kiamat, sambil membawa baaanyaaaak amalan sholat, baaanyaaaak amalan puasa (nggak pernah bolong), selaaaaaluu membayar zakat, (kalau perlu mah sekalian udah bulak-balik berhaji dan umroh, sampe-sampe dipanggil Pak Haji. Kalau nggak dipanggil Pak Haji, marah dia. Hehehe!).
Ibaratnya dia udah megang tiker Surga lah. Soalnya, task-task rukun Islam udah beres dikerjainnya semua. Udah digandeng malaikat Ridwan pulalah dia ibaratnya. Tinggal melangkah aja ke Pintu Surga.
Nah, kemudian...
Gara-Gara Sering Ngejek Orang
Seolah-olah, nanti saat dia udah tinggal secerca langkah lagi untuk masuk ke Surga, eeeh, tiba-tiba ada yang mengganggu.. Ada orang di belakang yang manggil-manggil dia.. "Wei, tunggu dulu! Tunggu!! Tungguuu!! Jangan masuk ke Surga duluu!!"
Lanjutnya, "Ya Allah! Jangan masukkan dia ke Surga!!"
Loh? Kenapa?
Dia lanjutkan lagi, "Dia itu, dulu sering ngejek-ngejek saya! Menghina saya! Mencemooh diri saya! Diri saya dijelek-jelekkannya gitu! Pokoknya sering banget saya sakit hati dibikinnya! Udah gitu, dia belum pernah minta maaf sama saya selama di Dunia!! Maka dari itu, jangan masukkan dia ke Surga ya Allah!"
Kemudian, bagaimana cara menyelesaikannya tuh? Rupanya, Allah tidak menyuruh mereka salam-salaman. Itu waktunya sudah lewat, harusnya di dunia kemarin. Rupanya, cara menyelesaikannya adalah, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi. Bisa jadi, pahala sholatnya tuh yang diambil..
Ketika sudah selesai proses transfernya, tau-tau ada yang tunjuk jari lagi, "Ya Allah! Dia juga pernah menjelek-jelekkan saya! Sakit hati saya ya Allah!" Maka akan diambilkan lagi pahalanya, dan diberikan si penuntut tersebut. Tau-tau, ada yang tunjuk jari lagi! "Dia juga pernah buat salah ke saya ya Allah! Belum pernah minta maaf dia!" maka diambil lagi pahala sholatnya.
Terus begitu, pahala amal kebajikannya diambil, diambil, diambil, sampai selesai tak ada yang menuntut lagi. Kalau udah selesai semua urusan soal caci-mencaci, jelek-menjelekkan, hina-menghina, dan sebagainya, barulah dia digandeng lagi, untuk masuk ke Surga.
Gara-Gara Kerap Memfitnah Orang
Udah enak-enak mau masuk Surga, eeeh, sayangnya, ada lagi orang yang dateng mengganggu, dan berkata, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia itu pernah memfitnah saya! Dia pernah menyebarkan berita buruk tentang saya! Padahal saya nggak pernah ngelakukan apa yang ia bilang itu! Pokoknya saya nggak terima kalau dia masuk Surga!"
Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya adalah, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi,
dipindahkan ke orang yang nuntut tadi. Bisa jadi, pahala sholatnya tuh
yang diambil lagi.. Nah, sialnya, kalau pahala sholatnya udah habis, maka yang diambil sekarang pahala amalan puasanya..
Nah, itu.. bukannya amalan puasanya menghapuskan dosa, tapi malah amalan puasanya digerogoti oleh dosa.
Kalau yang tunjuk jari makin banyak? Yah diambil teruslah pahala puasanya. Mungkin pahala puasa tahun lalu, tahun 2012, tahun 2011, dan seterusnya. Sampai semua urusan selesai! Kalau sudah, barulah ia bisa lanjut jalan lagi untuk ke Surga..
Gara-Gara Hobi Mencuri/Korupsi
Udah enak-enak mau masuk Surga, eeeh, sayangnya, ada lagi orang yang dateng mengganggu, dan berkata, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah memakan harta saya tanpa hak! Dia pernah ngutang, terus nggak dibayar!"
Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya bukan bayar pake duit, rupiah, dinar, balance paypal, bitcoin, dan sebagainya. Tapi, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.
Hmm.. nggak kebayang, gimana ya ceritanya kalau ada pejabat yang korupsi. Misalnya, ada kepala desa gitu yang korupsi. Misalkanlah rakyatnya ada 10.000. Wuih, itu 10.000 rakyatnya bisa nuntut semua itu! 10.000 tunjuk jari semua! "YA ALLAAAAHHHH~~!! JANGAN MASUKIN DIA KE SURGAAA~!! DIA PERNAH KORUPSIII~~!!" rame-rame gitu teriaknya. Cuma karena itu tadi, jatah buat rakyat diambilnya. Maka, amal kebajikannya pun diambil, dan dibagikan satu per satu untuk 10.000 orang tersebut.
Itu baru setingkat lurah. Apalagi kalau bupati? Misalkanlah rakyatnya 3.000.000. Jatah buat 3.000.000 itu dia korupsi. Wuih, itu 3.000.000 itu! "YA ALLAAAAHHHH~~!! JANGAN MASUKIN DIA KE SURGAAA~!! DIA PERNAH KORUPSIII~~!!" Maka amal kebajikannya pun diambil, dan bagikan satu per satu buat 3.000.000 orang tersebut! WoOoOoOoW!! Na'udzubillahimindzalik!
Hmm.. apalagi kalau presiden? Waduh, 250.000.000 orang itu yang nuntut. Gimana nggak bangkrut itu? Tapi, kok bisa tahu itu ada presidennya korupsi? Tenang, di akhirat itu, nanti film tentang semua kejadian di dunia akan diputar.
Makanya, setiap orang bisa menggugat semua nanti. "Itu, presiden saya! Dia itu tukang korupsi ya Allah!" Lalu presidennya bisa membantah, "Mana buktinya?" Ya tinggal diputar aja film tadi. Nggak ada yang bisa disembunyikan. Kalau dia tetep bohong, nanti tubuhnya yang berbicara. Tangannya bicara, kakinya bicara. Pokoknya, akan diadili dengan seadil-adilnya..
Itulah, yang membuatnya bangkrut..
Gara-Gara Suka Menumpahkan Darah Orang
Masih ada nggak sisa pahalanya? Kalau masih ada, yah bagus deh, masih bisa masuk ke Surga. Tapi, belum selesai urusan. Ada lagi yang dateng menuntut, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah menumpahkan darahku!"
Hutang darah, sayangnya bukan dibayar pakai darah juga. Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.
Pertanyaanya.. Benarkah semua dosa-dosa kita —tanpa terkecuali—, bisa terampuni hanya dengan ditunaikannya fardhu puasa Ramadhan? Sayangnya, mohon maaf, ada beberapa orang yang mengatakan tersebut belum lengkap penjelasannya, hanya sepotong saja. Padahal ada sebuah kaidah syara' yang berbunyi:
Pertanyaan berikutnya.. Apakah ada dalil yang mengecualikan hadits tersebut? Ternyata, ada..
دليل العام يبقى في عمومه لم يرد دليل التخصيص
Makna umum tetap dalam keumumannya, selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya
[Lihat kitab an-Nidzomul Ijtima’I fil Islam, halaman 94]
Jadi waktu itu ceritanya Rasulullah lagi bersama para sahabat. Mungkin, kurang-lebih lagi duduk-duduk gitu. Lalu Rasulullah bertanya, "Wahai sahabat sekalian, tahukah Kamu siapa orang yang bangkrut itu?" Maka, para sahabat menjawab, "Hmm.. orang yang udah nggak punya dirham lagi.."
أتدرون ما المفلس؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار
“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam Neraka.”
[Imam Muslim rahimahullah berkata di dalam kitab Shahihnya pada hadits nomor 2581:Telah berkata kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr, mereka berdua berkata: Telah berkata kepada kami Isma’il (yaitu Ibnu Ja’far), dari Al ‘Ala`, dari ayahnya, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم mensabdakan hadits di atas]
Begitulah, menurut para sahabat, orang yang bangkrut itu adalah yang udah nggak ada duitnya lagi, udah habis. Yang udah nggak ada hartanya lagi, udah habis. Ibaratnya, kalau dalam bisnis, cashflownya goyah.
Ternyata, jawaban tersebut salah. Rasulullah bilang, sebetulnya orang yang bangkrut itu orang yang dateng menghadap kepada Allah Swt pas hari Kiamat, sambil membawa baaanyaaaak amalan sholat, baaanyaaaak amalan puasa (nggak pernah bolong), selaaaaaluu membayar zakat, (kalau perlu mah sekalian udah bulak-balik berhaji dan umroh, sampe-sampe dipanggil Pak Haji. Kalau nggak dipanggil Pak Haji, marah dia. Hehehe!).
![]() |
Sudah Pegang Tiket |
Nah, kemudian...
Gara-Gara Sering Ngejek Orang
Seolah-olah, nanti saat dia udah tinggal secerca langkah lagi untuk masuk ke Surga, eeeh, tiba-tiba ada yang mengganggu.. Ada orang di belakang yang manggil-manggil dia.. "Wei, tunggu dulu! Tunggu!! Tungguuu!! Jangan masuk ke Surga duluu!!"
Lanjutnya, "Ya Allah! Jangan masukkan dia ke Surga!!"
Loh? Kenapa?
Dia lanjutkan lagi, "Dia itu, dulu sering ngejek-ngejek saya! Menghina saya! Mencemooh diri saya! Diri saya dijelek-jelekkannya gitu! Pokoknya sering banget saya sakit hati dibikinnya! Udah gitu, dia belum pernah minta maaf sama saya selama di Dunia!! Maka dari itu, jangan masukkan dia ke Surga ya Allah!"
Kemudian, bagaimana cara menyelesaikannya tuh? Rupanya, Allah tidak menyuruh mereka salam-salaman. Itu waktunya sudah lewat, harusnya di dunia kemarin. Rupanya, cara menyelesaikannya adalah, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi. Bisa jadi, pahala sholatnya tuh yang diambil..
Ketika sudah selesai proses transfernya, tau-tau ada yang tunjuk jari lagi, "Ya Allah! Dia juga pernah menjelek-jelekkan saya! Sakit hati saya ya Allah!" Maka akan diambilkan lagi pahalanya, dan diberikan si penuntut tersebut. Tau-tau, ada yang tunjuk jari lagi! "Dia juga pernah buat salah ke saya ya Allah! Belum pernah minta maaf dia!" maka diambil lagi pahala sholatnya.
Terus begitu, pahala amal kebajikannya diambil, diambil, diambil, sampai selesai tak ada yang menuntut lagi. Kalau udah selesai semua urusan soal caci-mencaci, jelek-menjelekkan, hina-menghina, dan sebagainya, barulah dia digandeng lagi, untuk masuk ke Surga.
Gara-Gara Kerap Memfitnah Orang
Udah enak-enak mau masuk Surga, eeeh, sayangnya, ada lagi orang yang dateng mengganggu, dan berkata, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia itu pernah memfitnah saya! Dia pernah menyebarkan berita buruk tentang saya! Padahal saya nggak pernah ngelakukan apa yang ia bilang itu! Pokoknya saya nggak terima kalau dia masuk Surga!"
![]() |
Bangkrut, Kehabisan Kas Pahala |
Nah, itu.. bukannya amalan puasanya menghapuskan dosa, tapi malah amalan puasanya digerogoti oleh dosa.
Kalau yang tunjuk jari makin banyak? Yah diambil teruslah pahala puasanya. Mungkin pahala puasa tahun lalu, tahun 2012, tahun 2011, dan seterusnya. Sampai semua urusan selesai! Kalau sudah, barulah ia bisa lanjut jalan lagi untuk ke Surga..
Gara-Gara Hobi Mencuri/Korupsi
Udah enak-enak mau masuk Surga, eeeh, sayangnya, ada lagi orang yang dateng mengganggu, dan berkata, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah memakan harta saya tanpa hak! Dia pernah ngutang, terus nggak dibayar!"
Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya bukan bayar pake duit, rupiah, dinar, balance paypal, bitcoin, dan sebagainya. Tapi, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.
Hmm.. nggak kebayang, gimana ya ceritanya kalau ada pejabat yang korupsi. Misalnya, ada kepala desa gitu yang korupsi. Misalkanlah rakyatnya ada 10.000. Wuih, itu 10.000 rakyatnya bisa nuntut semua itu! 10.000 tunjuk jari semua! "YA ALLAAAAHHHH~~!! JANGAN MASUKIN DIA KE SURGAAA~!! DIA PERNAH KORUPSIII~~!!" rame-rame gitu teriaknya. Cuma karena itu tadi, jatah buat rakyat diambilnya. Maka, amal kebajikannya pun diambil, dan dibagikan satu per satu untuk 10.000 orang tersebut.
Itu baru setingkat lurah. Apalagi kalau bupati? Misalkanlah rakyatnya 3.000.000. Jatah buat 3.000.000 itu dia korupsi. Wuih, itu 3.000.000 itu! "YA ALLAAAAHHHH~~!! JANGAN MASUKIN DIA KE SURGAAA~!! DIA PERNAH KORUPSIII~~!!" Maka amal kebajikannya pun diambil, dan bagikan satu per satu buat 3.000.000 orang tersebut! WoOoOoOoW!! Na'udzubillahimindzalik!
Hmm.. apalagi kalau presiden? Waduh, 250.000.000 orang itu yang nuntut. Gimana nggak bangkrut itu? Tapi, kok bisa tahu itu ada presidennya korupsi? Tenang, di akhirat itu, nanti film tentang semua kejadian di dunia akan diputar.
![]() |
Nonton Film: "Kelakuanmu Selama di Dunia - Tanpa Sensor!" |
Itulah, yang membuatnya bangkrut..
Gara-Gara Suka Menumpahkan Darah Orang
Masih ada nggak sisa pahalanya? Kalau masih ada, yah bagus deh, masih bisa masuk ke Surga. Tapi, belum selesai urusan. Ada lagi yang dateng menuntut, "Ya Allah, jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah menumpahkan darahku!"
Hutang darah, sayangnya bukan dibayar pakai darah juga. Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.
Tahu-tahu, pahala puasanya udah habis. Maka diambil-ambil teruslah pahala zakatnya. Kemudian, ternyata, udah habis juga. Maka, diambil-ambillah pahala hajinya. Dan begitu seterusnya, pahala umroh, pahala sedekah, dan lain-lainnya, sampai selesai.
Apalagi kalau misalnya bener tuh kabar kekejaman "kelompok kepolisian yang menangani terorisme", ada asal-asal membunuh orang. Kalau nggak diselesain di dunia, maka diselesain di Akhirat nanti. Semua amal kebajikannya diambil, dan diberikan ke si penuntut.
Jangan pikir soal tuntut-menuntut di akhirat nanti ada belas kasihan yaa. Sampai-sampai itu
- Suami bisa nuntut istrinya
- Istri bisa nuntut suaminya
- Anak bisa nuntut orang tuanya
- Orang tuanya bisa nuntut anaknya
- Sesama saudara kandung bisa menuntut
- Sohib pun bisa saling menuntut
- Apalagi 2 orang yang pacaran
Gara-Gara Seneng Memukul Orang
Ternyata, ketika udah mau masuk Surga, masih aja ada lagi yang dateng nuntut, "Ya Allah! Jangan masukkan dia ke Surga! Dia pernah memukul saya! Nendang saya! Nempeleng kepala saya! Sakiiit ya Allah!"
Maka, seperti sebelumnya, cara menyelesaikannya, sebagian amal kebajikan orang yang udah mau masuk ke Surga tadi, dipindahkan ke orang yang nuntut tadi.
Saat-Saat Bangkrut...
Yang mengerikan itu.. kalau ternyata orang yang nuntut masih banyak! Tapi, sayangnya pahala amal sholatnya udah habis! Pahala amal puasanya udah habis! Pahala amal sedekahnya uda habis! Pahala amal haji-umrohnya udah habs! Pahala amal tahajjudnya udah habis! Pahala amal lain-lainnya uda habis! Gimana terus coba cara nyelesain masalahnya? Masih banyak banget itu yang nuntut!!
Ternyata, cara menyelesaikannya adalah.. akan diambilkan dosa-dosa dari orang-orang yang menuntut tersebut, kemudian diberikan ke orang yang dituntut tersebut..
Lalu akhirnya dia dilemparkan ke Api Neraka.. Padahal tadi udah pegang tiket Surga.. Udah digandeng malaikat Ridwan.. Padahal rajin sholat, rajin ngaji, cinta Allah sampe mati..
Pahala Puasa Ramadhan, hanya menghapus dosa-dosa kecil saja..
Maka dari itu, di satu sisi memang kita harus beryukur karena semoga sebagian dosa kita dihapuskan oleh Allah, karena telah menunaikan puasa Ramadhan. Namun, jangan 'bablas santai' merasa sudah paling hebat karena saldo dosa kita nol. Tidak. Pahala puasa Ramadhan mampu menghapus dosa-dosa kecil. Bukan dosa-dosa besar.
Kalau dosa-dosa besar seperti mencuri, dan sebagainya tadi itu bisa diampuni karena puasa Ramadhan, kenapa masih bisa dituntut? Kenapa nggak diampuni Allah saja?
Nah, terkait dosa-dosa seperti yang dipaparkan di atas; yakni mencuri, memfitnah, menganiyaya, dan sebagainya; belum tentu bisa dihapuskan kalau kita hanya mengandalkan pahala puasa Ramadhan saja. Melainkan harus dengan taubat sungguh-sungguh, agar semoga Allah pun ridha.