Diet Notif

Diet Notif

Notif yang saya maksud disitu adalah notification social media dan messenger. Termasuk facebook, twitter, BBM, Instagram, Pinterest, dan lainnya.

Diet notif yang saya lakukan, adalah menahan diri dari notif yang tidak begitu bermanfaat, menurut saya.

Dari situ saja, barangkali Anda sudah bisa menebak, what do i mean about diet notif? Exactly, persis seperti Anda yang kepingin banget makan daging, coklat, dan sebagainya, namun Anda menahan diri, hingga akhirnya Anda tidak memakannya, karena Anda sedang diet.

Saya diet notif, berarti saya jangan kemaruk bergegas langsung cek notif baru, begitu muncul 1 notif seperti gambar di samping berikut ini. Sementara saya lagi ada agenda penting, research, atau lagi nulis, atau kerjaan lainnya. Kalau malah diladenin tuh notif, malah saya jadi berakhir komen-komenan lucu-lucuan, scroll-scroll beranda yang tiada ujungnya, bahkan yang lebih parah sampai stalking-stalking-an. What a great regret after all.

Di waktu lain, bahkan kadang menit-menit ketika nunggu seseorang, nunggu bus, nunggu kereta, yang biasa saya pakai untuk membaca di smartphone saya, malah dialihkan menjadi untuk ngecek notif di BBM, fb, email, twitter, dan sebagainya..

Makanya ada guyonan yang bilang, facebook is a time waster, dan memang faktanya malah kejadian.

Tidak terkecuali social media lainnya, seperti twitter, Instagram, BlackBerry Messenger, dan sebagainya. Itu sebabnya hingga detik ini belum ada akun pribadi Dani Siregar di Path.

"Terus, kalau memang time waster, kenapa nggak Kamu hapus aja akun-akun social media-mu Dan?

Nah, disini point pentingnya..

“Either you run the day, or the day runs you.” – Jim Rohn

Yang saya pahami, haruslah kita tentukan di awal, hal bagus apa yang akan kita lakukan seharian nanti. Kalau tidak, siap-siaplah mungkin akan ada hal buruk yang akan kita lakukan nanti..

Maka dari itu, saya tentukanlah apa sih fungsi saya punya facebook? Dan bagaimana posisinya? Bagi saya, tentu tujuan saya menggunakan facebook semata-mata untuk belajar, dakwahresearch, dan bisnis.

Bentuk belajarnya, bisa dengan cara rutin membuka fanpage-fanpage tertentu, atau dengan cara get notification/subscribe akun yang sarat akan ilmu.

Bentuk dakwahnya, bisa melalui kiriman akun pribadi, maupun dengan cara ternak fanpage-fanpage. Seringnya sih fanpage.

Bentuk bisnisnya, kerapnya memang melalui fanpage. Sebagian waktu menggunakan akun pribadi untuk main fb ads, atau untuk perihal lainnya.

Pun, selain menentukan peran dan fungsi, saya juga tentukan jam-jamnya. Tidak asal gregetan ketika ada muncul 1 notif, langsung dibuka. Melainkan tentukan waktu-waktunya. Misal, dari jam 12 sampai jam 1 siang. Kemudian dari jam 4 sampai jam 5 sore.

Saya tentukan pula kategori browsing-nya, seperti yang disebutkan di atas tadi, apakah dalam rangka belajar, dakwah, bisnis, rapat, diskusi, koordinasi, riset, ngiklan, sekadar ice breaking, dan sebagainya.

Dan lain-lain sebagainya.. makin jelas, makin bagus..

Clarity + Focus + Decision + Lots of Little Right Actions = Productivity

Meski memang, perlulah kita belajar setiap waktu. Bisa jadi keputusan yang kita buat belum begitu bagus, namun insya Allah, seiring berjalannya waktu dan ikhtiar, kita akan tahu bagaimana yang bagus dan bagaimana yang kurang..

Itu sebabnya saya menggunakan istilah "diet". Diet itu kan bukan berarti nggak makan nggak minum sama sekali. Tentu tetap makan minum. Tapi, diatur. Nggak asal-asalan. Diatur jamnya, diatur makanannya apa, dipahami fakta khasiat makanannya, apakah sesuai dengan kapasitas kita, apakah sesuai dengan tujuan kita, dan sebagainya..

#CumaCurhat

Wallahua'lam bishshawab..

My Instagram